Website Resmi Forum Kerukuman Umat Beragama Kabupaten Sidoarjo

Sang Pemersatu Bangsa

Oleh: Chujaifah, M.Pd  

Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa merupakan perwujudan dari nilai-nilai budaya milik bangsa Indonesia yang diyakini kebaikan dan kebenarannya. Isinya digali dari budaya bangsa sendiri yang sudah ada, tumbuh, dan berkembang berabad-abad lamanya. Oleh karena itu, Pancasila adalah khas milik bangsa Indonesia sejak keberadaannya sebagai sebuah bangsa.

Pancasila merangkum nilai-nilai yang terkandung dalam adat-istiadat, kebudayaan, dan agama-agama yang ada di Indonesia. Dengan demikian, menjadi sebuah pandangan hidup mencerminkan jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia. Terdapat banyak konsep dalam mengimplementasikan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya dalam bingkai persatuan bangsa.

Persatuan merupakan hal yang harus dipertahankan dan ditingkatkan. Tujuannya untuk mewujudkan persatuan antar warga negara yang memiliki keberagaman budaya sehingga dapat menumbuhkan rasa kebersamaan, solidaritas, kebanggaan, dan cinta kepada bangsa dan negara.

Di zaman sekarang ini banyak terjadi pergeseran nilai-nila  pancasila itu sendiri, contohnya penyelewengan sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia, terjadinya konflik do Poso,  Gerakan Aceh Merdeka, lepasnya Timor Timur dari NKRI, tawuran antar pelajar, tawuran antar etnis, buliyying,  diterjadinya bom bunuh diri, dan sebagainya. Sehingga menimbulkan perpecahan, kerugian harta benda bahkan mempertaruhkan nyawa.

Nilai-nilai Pancasila mulai luntur disebabkan kurang memahami nilai-nilai luhur Pancasila, banyaknya generasi muda yang mengagungkan budaya barat, terlebih pemerintah kurang bersosialisasi dan menekankan nilai Pancasila yang sesuai dengan perkembangan zaman. Nilai-nilai Pancasila mulai tergeser disebabkan Pengaruh arus globalisasi sangat cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan remaja di Indonesia.

Pengaruh globalisasi terhadap anak muda begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia.

Tehnologi internet dapat memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses dengan mudah oleh siapa saja. Apalagi bagi anak muda, internet menjadi santapan sehari hari. Jika di gunakan dengan semestinya tentu akan memperoleh manfaat yang berguna. Namun jika internet disalahgunakan akan membawa dampak buruk bagi kita. Rasa social terhadap masyarakat akan memudar timbul sikap indifidual karena mereka lebih memilih saling adu argument di media social dan sibuk memegang handphone masing masing.

Harapannya adalah terwujudnya Persatuan dan kesatuan terbangun kembali karena persatuan Indonesia sangat penting, sebagai cerminan kokohnya suatu negara yang berdaulat. Indonesia merupakan bangsa yang plural dan menghendaki adanya persatuan. Hal ini Pancasila mempunyai peranan penting di dalamnya, karena Pancasila merupakan suatu ideologi yang memiliki nilai asas nasionalisme yang tumbuh diatas perbedaan bukan nasionalisme yang berasas primordialisme (berdasar suku, etnis, ras, atau agama).

Implementasi nilai-nilai Pancasila warga negara dalam persatuan bangsa, yaitu: Menumbuhkan sifat nasionalisme, menumbuhkan sikap saling menghormati perbedaan dan tidak memetakan perbedaan, membina persatuan, dan kesatuan, serta memahami sejarah Indonesia.

Sila Persatuan Indonesia mengandung nilai bahwa Indonesia menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan, dan keselamatan bangsa, dan Negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Persatuan Indonesia terkait dengan paham kebangsaan untuk mewujudkan tujuan nasional. Persatuan dikembangkan atas dasar Bhineka Tunggal Ika, dengan memajukan pergaulan demi kesatuan dan persatuan bangsa.

Dalam pandangan Mochtar Kusumaatmadja, nilai kesatuan dan persatuan mengamanatkan bahwa hukum Indonesia harus merupakan hukum nasional yang berlaku bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bagi bangsa Indonesia yang majemuk, semangat persatuan yang bersumber pada Pancasila menentang praktik-praktik yang mengarah pada dominasi dan diskriminasi sosial, baik karena alasan perbedaan suku, asal-usul maupun agama.

Asas kesatuan dan persatuan selaras dengan kenyataan bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman. Semangat persatuan Indonesia menentang segala bentuk separatisme dan memberikan tempat pada kemajemukan bangsa.

 

Penulis adalah Anggota Fatayat NU Cabang Sidoarjo, Bidang Pendidikan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.