Website Resmi Forum Kerukuman Umat Beragama Kabupaten Sidoarjo

Penanggalan Imlek dan Kongzi li (Penanggalan Khonghucu)

Penulis: Dr. Drs. Ws. Ongky Setio Kuncono, SH, MM

kalender chinesse

Mengingat Nabi Kongzi yang menganjurkan kepada umat manusia dengan menggunakan penanggalan dinasti Xia (lihat Kitab Susi) yakni penanggalan yang dipakai saat sekarang yakni penanggalan Imlek. Begitu pula  Nabi Kongzi merupakan Nabi terbesar sepanjang sejarah dengan berbagai jasa serta kelebihannya, maka tak heran bila perhitungan tahun baru  Imlek didasarkan pada kelahiran Beliau. Hal inilah yang akhirnya kita tidak bisa memisahkan Hari Raya Imlek dengan nama besar Beliau. Dengan kata lain kita selalu mengingat kembali kelahiran Beliau dengan mengurangkan angka 2568 dengan tahun 2017 yakni 551 SM.

Kebesaran dan Keagungan Beliau sebagai Nabi sepanjang masa telah dicerminkan dari tingkah laku dan perbuatan Nabi. Kebesaran dan Keagungan Beliau sebagai Nabi sepanjang masa telah dicerminkan dari kemampuan Beliau memberi pencerahan umatnya melalui sabda sabdaNya yang  masih relefan dengan  perkembangan  jaman. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa Tian telah memberikan karunia yang luar biasa kepada Nabi Kongzi. “Tian, Tuhan Yang Maha Esa telah menyalakan kebajikan dalam diri Nabi Konzi “ (Lunyu VII : 23). Tian  juga telah memberikan kelebihan yang luar biasa kepada Nabi sehingga Nabi mampu mengemban tugas suci bagi umat manusia di dunia.

Kelebihan Nabi Kongzi adalah Beliau telah diangkat oleh Tian (Tuhan Yang Maha Kasih ) sebagai Guru, Nabi, atau istilah lain Muduo (Genta Rohani). Muduo adalah genta dari logam dg pemukul kayu tanpa lidah. Pada saat  raja memberikan  maklumat (pengumuman penting) maka Muduo itu dibunyikan. Nabi Kongzi sebagai Muduo adalah menyimbulkan Nabi sebagai penyiar, atau  suara genta yang ditabuh  yakni  sekaligus berita suci yang dibawakan oleh Nabi Kongzi sebagai utusan Tian YME .

“Kini Tian YME,menjadikan guru selaku Muduo (Genta Rohani)”. Kedua,Nabi Kongzi  mendapatkan  karunia kecakapan dan kelebihan langsung dari Tian YME.Ini menunjukan kepada kita bahwa  memang Nabi telah dipilih Tian sebagai Nabi satu satunya yang bertugas  membimbing umat manusia di dunia ini. Oleh karenanya Tian berikan kecakapan  kepada Nabi Kongzi.

“Memang Tian Yang Maha Esa telah mengutusnya sebagai Nabi, maka banyak   kecakapanNya (Lun Yu IX:6). Dengan demikian Nabi Kongzi bukan sekeder guru saja atau ahli filsafat saja melainkan memang telah dipilih oleh Tian ( Tuhan YME) sebagai Nabi.

“Sejak adanya  manusia hingga kini ,sungguh belum ada yang lebih sempurna dari Kongzi” (Mengzi VII A :2 ).

Bahkan  Nabi Kongzi dinamakan Yang lengkap, Besar dan Sempurna (Mengzi5B:1,6). Banyaklah  kebesaran Nabi Kongzi yang dibahas dalam Kitab, yang  semua  itu  menunjukan  kebesaran  dan  kesempurnaan Nabi  sebagai  utusan Tian. Untuk itulah ketika  kita memperingati Hari Raya Imlek secara tidak langsung kita telah  memperingati  kebesaran Nabi Kongzi sebagai Nabi  untuk umat manusiayang menyebarkan ajaran Suci langsung dari Tian, Tuhan Yang Maha Esa.

Karena Imlek adalah penghargaan terbesar kepada Nabi Kongzi tentunya sangat tidak etis apabila agama lain ikut-ikut melakukan peribadatan Imlek. Hal tersebut disamping akan mengaburkan makna Imlek juga akan terjadi penodaan agama. Kalau sekedar merayakan saja semua orang sah sah saja, tetapi kalau masuk wilayah ibadah akan menjadi sinkrinasi agama yang bertentangan dengan nilai toleransi.

Mengingat Nabi Kongzi yang menganjurkan kepada umat manusia dengan menggunakan penanggalan dinasti Xia (lihat Kitab Susi) yakni penanggalan yang dipakai saat sekarang yakni penanggalan Imlek. Begitu pula  Nabi Kongzi merupakan Nabi terbesar sepanjang sejarah dengan berbagai jasa serta kelebihannya, maka tak heran bila perhitungan tahun baru  Imlek didasarkan pada kelahiran Beliau. Hal inilah yang akhirnya kita tidak bisa memisahkan Hari Raya Imlek dengan nama besar Beliau. Dengan kata lain kita selalu mengingat kembali kelahiran Beliau dengan mengurangkan angka 2568 dengan tahun 2017 yakni 551 SM.

Kebesaran dan Keagungan Beliau sebagai Nabi sepanjang masa telah dicerminkan dari tingkah laku dan perbuatan Nabi. Kebesaran dan Keagungan Beliau sebagai Nabi sepanjang masa telah dicerminkan dari kemampuan Beliau memberi pencerahan umatnya melalui sabda sabdaNya yang  masih relefan dengan  perkembangan  jaman. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa Tian telah memberikan karunia yang luar biasa kepada Nabi Kongzi. “Tian, Tuhan Yang Maha Esa telah menyalakan kebajikan dalam diri Nabi Konzi “ (Lunyu VII : 23). Tian  juga telah memberikan kelebihan yang luar biasa kepada Nabi sehingga Nabi mampu mengemban tugas suci bagi umat manusia di dunia.

Kelebihan Nabi Kongzi adalah Beliau telah diangkat oleh Tian (Tuhan Yang Maha Kasih ) sebagai Guru, Nabi, atau istilah lain Muduo (Genta Rohani). Muduo adalah genta dari logam dg pemukul kayu tanpa lidah. Pada saat  raja memberikan  maklumat (pengumuman penting) maka Muduo itu dibunyikan. Nabi Kongzi sebagai Muduo adalah menyimbulkan Nabi sebagai penyiar, atau  suara genta yang ditabuh  yakni  sekaligus berita suci yang dibawakan oleh Nabi Kongzi sebagai utusan Tian YME .

“Kini Tian YME,menjadikan guru selaku Muduo (Genta Rohani)”. Kedua,Nabi Kongzi  mendapatkan  karunia kecakapan dan kelebihan langsung dari Tian YME.Ini menunjukan kepada kita bahwa  memang Nabi telah dipilih Tian sebagai Nabi satu satunya yang bertugas  membimbing umat manusia di dunia ini. Oleh karenanya Tian berikan kecakapan  kepada Nabi Kongzi.

“Memang Tian Yang Maha Esa telah mengutusnya sebagai Nabi, maka banyak   kecakapanNya (Lun Yu IX:6). Dengan demikian Nabi Kongzi bukan sekeder guru saja atau ahli filsafat saja melainkan memang telah dipilih oleh Tian ( Tuhan YME) sebagai Nabi.

“Sejak adanya  manusia hingga kini ,sungguh belum ada yang lebih sempurna dari Kongzi” (Mengzi VII A :2 ).

Bahkan  Nabi Kongzi dinamakan Yang lengkap, Besar dan Sempurna (Mengzi5B:1,6). Banyaklah  kebesaran Nabi Kongzi yang dibahas dalam Kitab, yang  semua  itu  menunjukan  kebesaran  dan  kesempurnaan Nabi  sebagai  utusan Tian. Untuk itulah ketika  kita memperingati Hari Raya Imlek secara tidak langsung kita telah  memperingati  kebesaran Nabi Kongzi sebagai Nabi  untuk umat manusiayang menyebarkan ajaran Suci langsung dari Tian, Tuhan Yang Maha Esa.

Karena Imlek adalah penghargaan terbesar kepada Nabi Kongzi tentunya sangat tidak etis apabila agama lain ikut-ikut melakukan peribadatan Imlek. Hal tersebut disamping akan mengaburkan makna Imlek juga akan terjadi penodaan agama. Kalau sekedar merayakan saja semua orang sah sah saja, tetapi kalau masuk wilayah ibadah akan menjadi sinkrinasi agama yang bertentangan dengan nilai toleransi.

Sumber: http://www.spocjournal.com/religi/590-misa-imlek-menyesatkan-dan-mengaburkan.html

Dikirim oleh: Tek Ming (Pengurus Keleteng Tjong Hok Kiong di Sidoklumpuk, Kecamatan Sidoarjo

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.