Website Resmi Forum Kerukuman Umat Beragama Kabupaten Sidoarjo

Karena Ya Alal Wathan, HKBP Curi Perhatian Masyarakat

Paduan suara HKBP Waru saat tampil di Pengukuhan Pengurus FKUB.

 

Partisipasi ibu-ibu HKBP dalam acara Pengukuhan Pengurus FKUB Sidoarjo pun tak ingin kalah dengan WHDI. Kali ini ibu-ibu HKBP Waru pun mencuri perhatian Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor dan undangan yang hadir.

HKBP kali ini mempersembahkan grup paduan suara. Menariknya, mereka menyanyikan lagu perjuangan yang merupakan identitas kaum pesantren dan warga NU, yakni Ya Alan Wathan.

Bupati mengaku kaget dengan ibu-ibu yang merupakan umat agama Kristen bisa melafalkan Bahasa Arab yang ada dalam lirik lagu dengan fasih. Bahkan, bupati mengimbau kepada umat lainnya untuk tidak khawatir jika ingin melantunkan Bahasa Arab dalam lagu tersebut.

“Jangan khawatir ya, ini lagu perjuangan yang kebetulan dibuat dalam versi Bahasa Arab,” tegas bupati, Ahad, 19 Juni 2022 di Pura Jala Siddhi Amertha Juanda.

Awalnya, Pendeta HKBP Waru John Albert H. Simanjuntak mengaku cukup terkejut dengan permintaan FKUB kepada HKBP Waru untuk menyanyikan lagu itu. Pasalnya, ada Bahasa Arab yang harus dinyanyikan dan hal itu pastinya hal baru bagi HKBP.

Namun, setelah membaca terjemahan lagu tersebut perasaan itu berubah menjadi semangat dan rasa penasaran untuk menyanyikan lagu itu muncul. Kemudian ia mengordinasikan dengan ibu-ibu di HKBP Waru.

Hal itu mendapat sambutan dari ketua paduan suara Rosmida Situngkir. Ia pun menanggapi positif permintaan tersebut, dan melanjutkan untuk mempersiapkan tim paduan suara bersama pelatih Roessy Hutapea untuk segera mengatur jadwal latihan.

Rosmida mengaku, kesan awal mendengar irama dan nada Ya Alan Wathan adalah sebuah lagu yang membangunkan semangat. Nada dan biramanya juga menggugah ketertarikan ibu-ibu lainnya untuk belajar melafalkan dan mencoba menghafalkan.

“Saya juga heran, ibu-ibu juga suka sama lagunya. Selain enak juga mudah untuk dimengerti dan dipahami,” ungkap Rosmida.

Ia menambahkan, hanya butuh waktu 2 minggu menaklukkan lagu tersebut. Dengan durasi latihan 3 kali dalam seminggu. Tetapi para anggota paduan suara juga menggelar latihan di rumah masing-masing.

Ada fenomena menarik, kata Rosmida, yakni saat ibu-ibu latihan di rumah, gereja, dan di huria atau tempat HKBP Waru. Tak jarang masyarakat terkejut, datang, dan bertanya tentang lagu tersebut dinyanyikan ibu-ibu Kristen.

“Kami juga sering ditanya, ‘loh, itukan lagunya orang NU?. Loh, kenapa orang Kristen, Batak lagi, nyanyi lagu itu?,” terang Rosmida.

Bahkan, saat beli seragam di mall ada dari anggota paduan suara spontan nyanyi dan terdengar oleh seorang ibu berkerudung. Kemudian ibu tersebut mengajarkan detail lirik lagunya.

“Waktu kami beli seragam di mall, salah satu dari kami, saat pilih-pilih baju sambil nyanyi. Ada ibu yang dengar terus tanya. Setelah itu ia ajari kami. Jadi, ya seru, di mall bareng-bareng nyanyi Ya Alal Wathan,” terang Rosmida.

Ibu-ibu HKBP Waru mengaku tak menyangka bahwa banyak masyarakat terkejut dan antusias serta mengapresiasi HKBP Waru menyanyikan lagu itu.

 

1 Comment
  1. Revianna Dairi says

    Salam toleransi. 🙏

Cancel Reply

Your email address will not be published.