Website Resmi Forum Kerukuman Umat Beragama Kabupaten Sidoarjo

GP Ansor Sidoarjo: 5 Resolusi untuk Rohingya

KETUA ANSOR SIDOARJO_OK

Sidoarjo, Minggu, 3 September 2017

PC GP Ansor Sidoarjo menanggapi serius terkait berbagai informasi dan akti tentang Rohingya. Menyikapi hal tersebut, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sidoarjo mengharap agar masyarakat khususnya kader ansor dan banser tidak kalap dan gegabah karena Ansor Sebagai Panglima Grasroot Pemegang Pasukan ormas Islam terbesar di Indonesia.

Menurut H, Rizza Ali Faizin selaku Ketua PC GP Ansor Sidoarjo, masyarakat terutama Ansor dan Banser harus arif dalam menyikapi hal tersebut. Tidak perlu terlalu emosional tetapi melihatnya dengan bijak dan tetap mengambil langkah atas nama kemanusiaan.

Pihaknya menambahkan kader ansor memang wajib membantu dan mengutuk keras kebiadaban dan kekejaman ini. “Namun untuk memberangkatkan pasukan jihad perang kesana bagi kami belum saatnya”, ujar Reza, begitu ia biasa disapa.

“Masyarakat rohingya tidak butuh perang melainkan butuh solusi hidup dan perdamaian. Ada anak-anak kecil yang butuh pendidikan dan orang tua yang membutuhkan kepastian, pengakuan dan kebebasan hidup” tambahnya.

Reza menyatakan bahwa PC GP Ansor Sidoarjo akan melakukan langkah-langkah kongkrit untuk membantu masyarakat muslim Rohingnya. Tentu sekaligus untuk mengantisipasi konflik tersebut agar tidak merambat menjadi konflik agama yang berpotensi merusak kerukunan umat beragama di negeri ini. Oleh karena itu, Ansor menyerukan 5 Resolusi untuk Muslim Rohingya.

Berikut ini Resolusi untuk Muslim Rohingya:

1. PC GP ansor sidoarjo akan mengikuti dan melaksanakan intruksi resmi panglima besar dalam hal ini ketua umum PP GP Ansor pusat bahwa kita mengutuk kebiadaban ini namun kita tidak boleh gagap dan reaksioner namun harus melakukan gerakan yang berdampak solutif pada masalah.

2. Meminta sekaligus memercayakan secara penuh kepada pemerintah untuk melakukan diplomasi, baik diplomasi bilateral dengan PBB maupun negara berkepentingan, sekaligus melakukan intervensi politik luar negeri dengan pemerintah Myanmar agar menghentikan kebiadaban dan kekejaman ini.

3. Melakukan dialog dan pendekatan antar umat beragama agar konflik tersebut tidak dibaca sebagai konflik agama semata yang kemudian akan mengancam keharmonisan, kedamaian serta kerukunan umat beragama di Indonesia khususnya di Sidoarjo.

4. Menghimbau kepada seluruh kader untuk berdoa agar saudara muslim Rohingya diberi kekuatan dan ketabahan dan mudah-mudahan diberi jalan terbaik oleh Allah.

5. Mengintruksikan kepada seluruh kader untuk mengumpulkan bantuan sosial dalam bentuk apapun yang sudah dikoordinasikan dengan PCNU Sidoarjo dan banom untuk disalurkan lewat lembaga resmi NU. (NDA)

Leave A Reply

Your email address will not be published.