Website Resmi Forum Kerukuman Umat Beragama Kabupaten Sidoarjo

Galungan dan Kuningan: Kemenangan Dharma Melawan Adharma

Sidoarjo — Tanggal 7 dan 17 September merupakan peringatan Hari Raya Galungan dan Kuningan. Hari raya ini adalah hari raya umat Hindu sebagai simbol kemenangan Dharma melawan Adharma. Kesucian hati dan pikiran menyatu dalam cakupan tangan sebagai wujud rasa syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa, sebagai rasa syukur bakti atas berkat yang telah diberikan oleh Beliau.

galungan

Hari Raya Galungan dan Kuningan menjadi hari besar umat Hindu yang merupakan hari suci dalam terciptanya alam semesta beserta isinya dan sekaligus menjadi peringatan kemenangan Dharma melawan Adharma. Secara serentak umat Hindu di dunia, termasuk di Indonesia akan melakukan ritual persembahyangan ke hadapan Sang Hyang Widhi atau Tuhan Yang Maha Esa dalam segala bentuk manifestasinya. Persembahyangan dilakukan dengan tujuan memeringati kemenangan yang dipersembahkan oleh Bhatara Mahadewa yang berkedudukan di Gunung Agung.

Idham Kholiq selaku sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sidoarjo mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan kepada seluruh umat Hindu terutama di Kabupaten Sidoarjo. Menurut Idham, Indonesia merupakan negara dengan masyarakat yang majemuk. Ratusan suku hidup di Indonesia. Negara ini mengakui ada enam agama yang dianut oleh masyarakat. Kesemuanya berhak untuk merayakan hari besar agamanya masing-masing.

“Ada enam agama yang diakui di negeri ini, termasuk salah satunya adalah Hindu. Oleh karena itu, saya juga mengucapkan Selamat memperingati Hari Raya Galungan dan Kuningan bagi semua umat Hindu. Hari raya tersebut menjadi manifestasi atas kemenangan dharma melawan adharma. Ini berarti merupakan refleksi diri manusia dalam melawan keangkaramurkaan baik dalam dirinya maupun terhadap manusia dan mahkluk Tuhan lainnya”, lanjut Idham.

“Ketika manusia menang melawan keangkaramurkaan terutama angkara murka dalam dirinya, ini berarti ia mampu melawan ego dan kejahatan batinnya. Dengan demikian, manusia akan tumbuh dan kembali suci, menebarkan kebaikan, menjaga keselarasan baik dengan alam dan terutama manusia beragama lainnya. Kemenangan dharma melawan adharma akan menjadikan manusia lebih bisa memanusiakan manusia. Pada ujungnya nanti, keselarasan, harmonisasi, toleransi antar manusia, terutama antar umat akan semakin bisa dipupuk dan terbentuk”, pungkas Idham. (NDA)

Leave A Reply

Your email address will not be published.