Website Resmi Forum Kerukuman Umat Beragama Kabupaten Sidoarjo

Fenomena Toleransi di Hari ke-5 Silaturahmi Idul Fitri

Rombongan keluarga besar FKUB saat tiba di Pura Margo Wening Krembung.

Mengawali kunjungan di hari ke-5, rombongan singgah di Pura Margowening, Krembung. Usai dari sana, Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mlaten jadi tujuan ke-2 yang kemudian dilanjutkan ke Kiai Nur Rochim dan berakhir di rumah Ketua Fatayat NU Sidoarjo Ning Elok Syifa Munadiroh.

Di Pura Margo Wening rombongan keluarga besar FKUB sempat berbincang dengan pemuka Hindu mengenai beberapa ritual yang dilakukan umat Hindu, di antaranya ritual menempatkan sesaji.

I Dewa Made Sudiarta mengatakan bahwa ada makhluk-makhluk selain manusia dan binatang di dunia ini. Selain itu mereka juga memiliki tingkatan.

“Apapun tingkatannya, mereka tetap harus dihornati. Sehingga manusia tidak diperkenankan untuk mengambil atau membuang sesaji tersebu,” kata Dewa, Jumat, 14 Juni 2019.

Selain itu, di dalam agama Hindu juga memiliki tata hubungan yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, dengan sesama manusia, dan dengan alam semesta.

Selain pura, fenomena GKJW Mlaten yang posisinya berhadapan dengan Masjid Darussalam Desa Wonomelati jadi simbol kerukunan umat beragama. Pasalnya, pada tahun 1800-an masyarakat sudah mengerti pentingnya toleransi.

Saat inipun toleransi umat beragama masih terasa dan bisa disaksikan langsung di sana. Di antaranya, halaman gereja masih bisa dipergunakan untuk lahan parkir kendaraan jika masjid menggelar peringatan. Umat Islam sebagai mayoritas juga turut menjaga pelaksanaan ibadah di gereja.

Leave A Reply

Your email address will not be published.