Website Resmi Forum Kerukuman Umat Beragama Kabupaten Sidoarjo

Dialog FKUB Bahas Umat Beragama yang Membaur dalam Peringatan HUT RI

Tema dialog interaktif Suara Sidoarjo edisi Senin, 14 Agustus 2018 membahas tentang agama dan kebangsaan, dengan menghadirkan perwakilan dari umat Katholik dan Kristen. Mereka yang hadir yakni Agik Kuswamto dari gereja Khatolik Krian dan Ernanto Setyawan dari GKJW Sidoarjo. Bersama mereka mereka juga ada sekretaris FKUB Sidoarjo M. Idham Kholiq.

Mengawali dialog Agik menjelaskan bahwa dalam prespektif umat Katholik di Indonesia, ada istilah 100 persen katholik 100 persen Indonesia. Artinya, umat Katholik sudah membaur bersama masyarakat setempat dan memiliki adat yang sama.

Contohnya umat katholik juga melakukan kegiatan doa 3 hari dan 7 hari setelah kematian. Ritual mitoni untuk ibu hamil juga ada.

Kaitannya dengan HUT Kemerdekaan RI ke-73, selain ikut serta dalam doa dan tirakatan malam tangal 16 Agustus, umat Katholik juga wajib melakukan doa syukur atas karunia kemerdekaan. Dan berdoa demi kedamaian dan kesejahteraan bangsa dan negara juga mereka panjatkan.

Sementara perwakilan GKJW-Ernanto mengatakan, bagi umat Kristiani soal hidup berbangsa mereka berpegang teguh pada kitab sucinya yang mengatakan Kasihilah sesama mu seperti dirimu sendiri. Implementasi kalimat tersebut menumbuhkan kesadaran umat bahwa leluhur mereka adalah orang Indonesia yang ikut berjuang dan mendirikan NKRI.

Sehingga momen HUT RI menjadi wajib untuk diikuti, apapun bentuk kegiatannya. Bahkan, setiap tanggal 17 Agustus ada aktifitas ibadah 17-an pada pukul 7 pagi.

Menutup sesi, sekretaris FKUB-M. Idham Kholiq menegaskan bahwa dalam Islam juga ada kaidah yang mashur di kalangan santri yaitu Hubbul watan minal iman. Hal itu menjadi landasan bahwa sebagai seorang muslim wajib membela tegaknya NKRI sebagai rumah bersama.

Harapan mereka bertiga pada momen peringatan HUT RI tahun ini di antaranya, sebagai wadah untuk membuka diri, berbaur kepada masyarakat mencintai negeri dengan berbagai kegiatan. Sumbangsih kepada bangsa dan negara sesuai dengan bidang masing-masing. Dan yang terpenting yakni mendidik umat bahwa dalam wadah NKRI perbedaan tidak ada yang dipertentangkan.

“Momen kemerdekaan ini menyadarkan kita sebagai umat beragama yang menopang bangsa dan negara. Kita harus menjadi umat beragama yang taat sekaligus menjadi warga yang cinta kepada bangsanya,” pungkas Idham.

Leave A Reply

Your email address will not be published.