Website Resmi Forum Kerukuman Umat Beragama Kabupaten Sidoarjo

Belajar Kerukunan Umat di Pontianak

Penulis berada di depan kantor Walikota Pontianak.

Pembangunan kerukunan di Provinsi Kalimantan Barat memunculkan keinginan penulis menguak berbagai hal yang sudah dilakukan pemerintah dan masyarakat di kota itu.

Berbekal keinginan kuat itu penulis terbang ke Pontianak untuk yang kedua kalinya. Namun, yang kedua ini terasa berbeda karena sebelum mendarat pemandangan daratan Kalimantan tidak tertutup awan.

Sehingga nampak sungai-sungai besar kaliman bak ular-ular raksasa membelah pulau. Selain itu, keindahan hijaunya daratan Kalimantan juga nampak, tetapi dengan kombinasi kehitaman karena beberapa tempat terjadi kebakaran hutan.

Setelah mendarat rasa lapar karena berangkat dari rumah belum sarapan harus ditahan. Karena tujuan pertama penulis adalah warung yang menyediakan sambal teri khas Pontianak yang memiliki rasa asin namun gurih dan cocok dengan bebagai macam lauk. Sehingga sarapan pun harus ditunda hingga pukul 2 siang.

Usai menghabiskan makanan yang dirindukan penulis harus menemui beberapa pejabat pemerintah kota Pontianak. Karena kepentingan penulis ke ke kota itu adalah mencari tahu perkembangan kondisi sosial terutama masalah kerukunan pasca kerusuhan antar etnis di tahun 90an dulu.

Di jam pulang kantor penulis berhasil menemui kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Rizal, S.Sos. Namun, sempat terkejut dengan nama instansinya yang masih berupa kantor -berbeda dengan di Sidoarjo sudah menjadi badan.

Dari nomenklatur atau nama kantornya memperlihatkan bahwa penganggaran dan ruang lingkup kerjanya pun berbeda dengan yang sudah berbentuk badan.

Hal itu diakui oleh Rizal bahwa di kantor hanya menerima anggaran dari pemerintah kota sebesar 77 juta Rupiah per tahun. Meski demikian, tidak menyurutkan semangat menjalankan tupoksinya dan tetap giat melakukan pembinaan dan penyuluhan kerukunan. Ia pun berharap tahun depan sudah berubah menjadi badan.

Sementara itu, Forum Kerukunan Umat Beragama di sana juga proaktif dalam kegiatan jalin kerukunan. Tak heran jika FKUB kota Pontianak sering dikunjungi tamu dari berbagai daerah.

“Kita ini tamunya dari mana-mana tetapi tak pernah ke mana-mana,” ungkap Rizal sambil tersenyum.

Tercatat tamu dari Pulau Jawa ada Kabupaten Malang, Jawa Timur; Sleman, Yogyakarta; dan lain-lain.

Kebanyakan dari tamu-tamu daerah itu menanyakan kelangsungan hidup umat beragama hingga suku-suku yang menempati kota.

Untuk masalah organisasi masyarakat yang membedakan dengan di Sidoarjo dan beberapa daerah di Jawa lainnya yakni kalau di Pontianak sebagian besar organisasi kemasyarakatannya bernasis kesukuan. Sehingga tidak sedikit majelis-majelis adat di sana, contohnya majelis adat budaya Tionghoa, Melayu, Papua, Madura, dan lain-lain.

Tetua atau yang dituakan di majelis itu memiliki tugas untuk meredam konflik jika muncul ketidakharmonisan di masyarakat.

Untuk menjalin kedekatan dengan majelis-majelis setiap bulan pemerintah menggelar kegiatan coffee morning. Acara itu juga sebagai media untuk mengetahui perkembangan sosial dan memetakan program pengembangan yang cocok untuk masyarakat.

FKUB di sana pun masuk di banyak bidang dan aspek kehidupan masyarakat. Contohnya, jika ada sengketa lahan atau tanah, maka FKUB diundang dan dilibatkan dalam penyelesaian.

Saat ini Pontianak memiliki 158 organisasi masyarakat yang terdaftar. Namun, yang terdata ada sekitar 200.

Dengan banyaknya organisasi itu maka FKUB bersama pemerintah harus jemput bola menyapa mereka. Budaya malu jika ada kerusuhan tidak ada pejabat tempat kejadian sudah dibangun.

Menariknya lagi, saat ada pengajuan pendirian rumah ibadah maka ketua tim verifikasi diambilkan dari agama lain. Semisal ada pengajuan pendirian gereja, maka ketua harus selain agama Kristen atau Katholik.

Selain itu, saat bulan Ramadan tidak ada penutupan warung di sana. Kesadaran masing-masing umat dan wawasan tentang batasan-batasan kehidupan beragama sudah terbangun. Hal itu dikarenakan adanya program saling mengenal agama di sana.

Leave A Reply

Your email address will not be published.